let's PLAY with mme

Akhir bulan agustus,di ujung pergantian bulan..dosen ku,memberi tugas!!! aneh banget tugasnya!!! belum penah ku lakuin sih,yaitu buat Blog, tepat 1 september 2009,pukul 20.00 wib,jadilah blogku.. postingan awalku sih,ya tugas Kewarganegaraan lah!! tp buat slnjutnya,Blogku akan ku persembahkan informasi aktual dan semua aspek yg ku tahu, curhatku entar juga ada lhoh! Have you enjoy it!!!

Minggu, 21 Februari 2010

Good Corporate Governance

Pengertian dan Prinsip-prinsip GCG

PENGERTIAN GCG

1. Sumber Pertama: http://www.berkahmadani.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=11%3Agcg&catid=28%3Aarticles-microfinance&Itemid=29&lang=en

Definisi Corporate governance (CG) dari Cadbury Committe of the United Kingdom (1999) yakni: ”seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham, pengurus (pengelola) perusahaan, pihak kreditur, pemerintah, karyawan serta para pemegang kepentingan intern dan ekstern lainnya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka, atau dengan kata lain suatu sistem yang mengatur dan mengendalikan perusahaan"

Definisi diatas menjelaskan bahwa CG adalah sistem yang bisa digunakan untuk mengatur dan mengendalikan perusahaan. CG timbul dari kebutuhan usaha akan tatakelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), yang menegakkan prinsip-prinsip transparan, dapat dipercaya, bertanggung jawab dan berkeadilan

2.Sumber Kedua

http://www.pertamina.com/index.php?option=com_content&task=view&id=3111&Itemid=507

Etika bisnis sendiri merupakan bagian in-tegral dari nilai-nilai Good Corporate Governance (GCG). Nilai-nilai GCG itu hanya lima kaidah:
(1) Transparansi (Transparency);
(2) Akuntabilitas (Accountability);
(3) Responsibilitas (Responsibility);
(4) Independensi (Independency);
(5) Kesetaraan dan kewajaran (Fairness).

3.Sumber Ketiga

http://ekisonline.com/index.php?option=com_content&task=view&id=285&Itemid=27

Corporate governance merupakan suatu konsepsi yang secara riil dijabarkan dalam bentuk ketentuan/peraturan yang dibuat oleh lembaga otoritas, norma-norma dan etika yang dikembangkan oleh asosiasi industri dan diadobsi oleh pelaku industri, serta lembaga-lembaga yang terkait dengan tugas dan peran yang jelas untuk mendorong disiplin, mengatasi dampak moral hazard, dan melaksanakan fungsi check and balance. Sejumlah perangkat dasar yang diperlukan untuk pembentukan GCG pada bank syariah antara lain: sistem pengendalian intern, manajemen risiko, ketentuan yang mengarah pada peningkatan keterbukaan informasi, sistem akuntansi, mekanisme jaminan kepatuhan syariah, dan audit ekstern.

4.Sumber Keempat

http://www.bpkp.go.id/?idunit=21&idpage=326

PENGERTIAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE

Secara umum istilah good corporate governance merupakan sistem pengendalian dan pengaturan perusahaan yang dapat dilihat dari mekanisme hubungan antara berbagai pihak yang mengurus perusahaan (hard definition), maupun ditinjau dari "nilai-nilai" yang terkandung dari mekanisme pengelolaan itu sendiri (soft definition). Tim GCG BPKP mendefinisikan GCG dari segi soft definition yang mudah dicerna, sekalipun orang awam, yaitu:
"KOMITMEN, ATURAN MAIN, SERTA PRAKTIK PENYELENGGARAAN BISNIS SECARA SEHAT DAN BERETIKA"

Prinsip GCG:

1.Sumber Pertama

http://www.berkahmadani.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=11%3Agcg&catid=28%3Aarticles-microfinance&Itemid=29&lang=en

CG timbul dari kebutuhan usaha akan tatakelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), yang menegakkan prinsip-prinsip transparan, dapat dipercaya, bertanggung jawab dan berkeadilan.

2.Sumber Kedua

http://ekisonline.com/index.php?option=com_content&task=view&id=285&Itemid=27

Di situ disebutkan bahwa good corporate governance adalah tatakelola bank yang menerapkan prinsip-prinsip keterbukaan (transparancy), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban (responsibility), independensi (independency), dan kewajaran (fairness).Dalam bagian penjelasan umum PBI No. 8/4/PBI/2006 dikemukakan mengenai arti dari setiap prinsip GCG tersebut, yaitu sebagai berikut:

Pertama transparansi (transparancy) diartikan sebagai keterbukaan dalam mengemukakan informasi yang material dan relevan serta keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan. Kedua, akuntabilitas (accountability) yaitu kejelasan fungsi dan pertanggungjawaban bank sehingga pengelolaannya berjalan efektif. Ketiga, pertanggungjawaban (responsibility) yaitu kesesuian pengelolaan bank dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip pengelolaan bank yang sehat. Keempat, independensi (independency) yaitu pengelolaan bank secara profesional tanpa pengaruh/tekanan dari pihak manapun. Kelima, kewajaran (fairness) yaitu keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak stake holder yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.GCG pada lembaga keuangan, khususnya bank memiliki keunikan bila dibandingkan governance pada lembaga keuangan non-bank. Hal ini lebih disebabkan oleh kehadiran deposan sebagai suatu kelompok stakeholders yang kepentingannya harus diakomodir dan dijaga. Sementara itu khusus dalam perbankan syariah dikenal adanya prinsip-prinsip syariah yang mendukung bagi terlaksananya prinsip GCG dimaksud, yakni keharusan bagi subjek hukum termasuk bank untuk menerapkan prinsip kejujuran (shiddiq), edukasi kepada masyarakat (tabligh), kepercayaan (amanah), dan pengelolaan secara profesional (fathanah).

3.Sumber Ketiga

http://cahyana-ahmadjayadi.web.id/wp-content/uploads/2008/11/makalahdi_pln_130303.doc

Adapun prinsip-prinsip yang terkandung dalam upaya mewujudkan good governance adalah :

  • Kepastian hukum
  • Partisipasi
  • Transparansi
  • Daya Tanggap
  • Persamaan Hak
  • Visi strategis
  • Efektif dan Efisien
  • Akuntabilitas
  • Profesionalitas
  • Pengendalian

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar